
Masih banyak jenis kaos rajut pria. Asalkan Anda membeli yang tepat, pasti akan terlihat bagus. Apa saja jenis kaos rajut pria dan cara membeli kaos rajut pria? Yuk kita lihat.
Jenis-jenis kaos rajut pria
1. Kaos rajut pria berlengan panjang terbagi menjadi kaos rajut lengan panjang, kaos rajut lengan sedang, kaos rajut lengan pendek, dan kaos rajut tanpa lengan.
2. Gaya garis leher dibagi menjadi leher bulat, kerah, leher V, kerah kemeja, kerah berdiri dan tudung.
3. Kaos rajutan dapat dibagi menjadi tipe tabung lurus, tipe longgar, tipe penutup pinggang, tipe ramping dan tipe lengan raglan.
4. Pola dibagi menjadi garis-garis, cetakan, kotak-kotak, kamuflase, rajutan, warna solid dan rusuk.
Keterampilan membeli kaos rajut pria
Kain PK besar
1. Katun murni biasa: kaos rajut kasual kebanyakan menggunakan kain katun murni biasa. Kaos rajut dari kain ini nyaman dipakai, tetapi kelurusannya agak kurang. Mudah kusut, mudah berubah bentuk setelah dipakai.
2. Katun merserisasi: mempertahankan karakteristik alami yang sangat baik dari katun mentah dan memiliki kilau seperti sutra. Kain terasa lembut, higroskopis, dan mudah bernapas, dengan elastisitas dan kekencangan yang baik.
3. Katun murni yang dimerserisasi dua kali: polanya baru, kilaunya cerah, dan sentuhan tangannya halus. Lebih baik daripada katun yang dimerserisasi. Karena perlu dimerserisasi dua kali, harganya agak mahal.
4. Katun super tebal: jenis kain ini jarang digunakan oleh perusahaan karena harganya sangat mahal. Harga kain kaos rajut katun 120 tebalnya mencapai 170 yuan per kilogram.
Beberapa pilihan pola
1. Pola sederhana: tidak peduli seberapa rumit polanya, polanya harus sederhana, bulat atau persegi, menarik perhatian dan tidak dibuat-buat.
2. Ukuran pola: pola tidak boleh terlalu besar. Pola terletak di tengah dada, dan ukurannya tidak boleh melebihi 15 sentimeter persegi.
3. Warna pola: tidak lebih dari 4 warna, dan wajar jika satu warna menempati posisi dominan.
4. Pola mudah dikenali: pola mudah dikenali, dan tidak sulit untuk memahaminya. Pola ringkas dan penuh dengan vitalitas mode.
Empat warna dasar kaos rajutan
1. Putih: warna dasar putih bersih adalah warna yang paling tidak boleh dilewatkan dalam kaos rajut. Bisa dikatakan warna ini adalah warna yang paling klasik dengan jeans indigo klasik.
2. Abu-abu: kaos rajut abu-abu netral akan membuat Anda tampak lebih maskulin. Jika Anda mudah berkeringat, akan lebih kentara jika mengenakan warna abu-abu.
3. Hitam: Hitam memberi kesan kurus. Sangat sopan. Mudah terlihat kurang segar. Pada saat ini, Anda perlu mengurangi pakaian dalam.
4. Biru Dongker: Biru Dongker adalah pilihan yang cerdas. Warna ini mirip dengan hitam, tetapi memberikan kesan yang lebih santai.
Cara Memilih Kaos Rajutan Sesuai Bentuk Tubuh
1. Tidak tinggi: tidak cocok untuk kaos rajutan berleher V, cocok untuk kaos berleher bulat, bukaan sedang, versi ramping.
2. Tubuh gemuk: tidak cocok untuk V-neck kecil, cocok untuk garis leher besar dan V-neck besar, tanpa versi longgar dari retraksi pinggang.
3. Pria berotot: tidak cocok untuk versi longgar. Cocok untuk tipe papan atas dan bawah yang kecil. Lengan baju harus pendek.
4. Kurus dan tinggi: tidak cocok untuk versi yang longgar dan sederhana. Kaos rajut yang ramping dapat lebih memperlihatkan bentuk tubuh Anda.
Apa saja kaos rajutan yang tidak boleh dipakai pria setiap hari?
1. Kaos rajutan bendera nasional
Biasanya mengenakan kaos rajutan bergambar bendera nasional hampir menjadi pilihan para remaja non mainstream, dan mengenakan bendera yang memuja negara asing tidaklah cocok.
2. Aku Cinta
Kaos rajutan jenis ini seolah-olah menunjukkan rasa cinta terhadap seseorang dan suatu tempat, tetapi sebenarnya cukup kekanak-kanakan.
3. Pola teks lucu
Tuliskan kalimat-kalimat lucu untuk menghibur publik pada pakaian Anda, yang mungkin akan mengundang ejekan orang lain terhadap selera Anda.
4. Penuh pola yang berantakan
Pola-pola di seluruh tubuh memberi orang perasaan yang menyilaukan, tidak nyaman, dan membuat orang merasa bahwa Anda adalah orang yang mudah tersinggung.
