Pakaian sweater wol secara umum dikenal sebagai pakaian sweater wol, juga dikenal sebagai pakaian rajutan wol. Ini adalah pakaian rajutan yang ditenun dengan benang wol atau benang serat kimia jenis wol. Jadi, bagaimana cara mencegah sweater kasmir menyusut saat dicuci?

Cara mencegah sweater kasmir menyusut
1. Suhu air terbaik adalah sekitar 35 derajat. Saat mencuci, peras dengan tangan secara perlahan. Jangan menggosok, meremas, atau memelintirnya dengan tangan. Jangan pernah menggunakan mesin cuci.
2. Deterjen netral harus digunakan. Umumnya, rasio air dan deterjen adalah 100:3
3. Saat membilas, tambahkan air dingin secara perlahan untuk menurunkan suhu air secara bertahap ke suhu ruangan, lalu bilas hingga bersih.
4. Setelah dicuci, peras terlebih dahulu dengan tangan untuk mengeluarkan air, lalu bungkus dengan kain kering. Anda juga dapat menggunakan dehidrator sentrifugal. Perhatikan untuk membungkus sweter dengan kain sebelum memasukkannya ke dalam dehidrator; Anda tidak dapat mengeringkannya terlalu lama. Anda hanya dapat mengeringkannya paling lama selama 2 menit. 5. Setelah dicuci dan dikeringkan, sweter harus dibentangkan di tempat yang berventilasi untuk dikeringkan. Jangan menggantungnya atau menjemurnya di bawah sinar matahari untuk menghindari deformasi sweter.
Metode perawatan noda pada sweater wol
Sweater wol akan terkena noda berbagai macam jika dikenakan tanpa perhatian. Pada saat ini, pembersihan yang efektif sangatlah penting. Berikut ini akan diperkenalkan beberapa metode penanganan noda yang umum.
Bila pakaian terkena kotoran, segera tutup bagian yang terkena kotoran tersebut dengan kain kering yang bersih dan mudah menyerap, agar kotoran yang belum terserap dapat diserap.
Cara menghilangkan kotoran khusus
Minuman beralkohol (kecuali anggur merah) – dengan kain penyerap yang kuat, tekan perlahan bagian yang akan diobati untuk menyerap cairan sebanyak mungkin. Kemudian celupkan sedikit spons dan bersihkan dengan campuran setengah air hangat dan setengah alkohol medis.
Kopi hitam – campurkan alkohol dan cuka putih dalam jumlah yang sama, basahi kain, tekan kotoran dengan hati-hati, lalu keringkan dengan kain penyerap yang kuat.
Darah – bersihkan bagian yang terkena noda darah dengan kain basah sesegera mungkin untuk menyerap darah yang berlebih. Bersihkan noda dengan cuka murni secara perlahan, lalu bersihkan dengan air dingin.
Krim/lemak/saus – jika terkena noda minyak, bersihkan terlebih dahulu noda minyak yang menempel pada permukaan pakaian dengan sendok atau pisau, kemudian basahi kain dengan cairan pembersih khusus dry cleaning, lalu lap dengan lembut.
Cokelat/kopi susu/teh – pertama, dengan kain yang dibasahi spiritus putih, tekan perlahan di sekitar noda dan obati dengan kopi hitam.
Telur/susu – pertama-tama tepuk noda dengan kain yang dibasahi dengan spiritus putih, lalu ulangi dengan kain yang dibasahi dengan cuka putih encer.
Buah / jus / anggur merah – celupkan kain ke dalam campuran alkohol dan air (perbandingan 3:1) lalu tekan perlahan pada noda.
Rumput – gunakan sabun dengan hati-hati (dengan bubuk sabun netral atau sabun), atau tekan perlahan dengan kain yang dibasahi alkohol obat.
Tinta/bolpoin – pertama-tama tepuk noda dengan kain yang dibasahi dengan spiritus putih, lalu ulangi dengan kain yang dibasahi cuka putih atau alkohol.
Lipstik / kosmetik / semir sepatu – bersihkan dengan kain yang dibasahi terpentin atau spiritus putih.
Air seni – buanglah sesegera mungkin. Gunakan spons kering untuk menyedot lebih banyak cairan, lalu oleskan cuka murni, dan terakhir lakukan pengobatan darah.
Lilin – singkirkan sisa lilin yang ada di permukaan pakaian dengan sendok atau pisau, lalu tutup dengan kertas minyak dan setrika dengan lembut menggunakan setrika bersuhu sedang.
